Blog Toko
Temukan event, kabar terbaru, dan promosi terbaru di sini!
Nov 17, 2021
Inilah Hikmah Dibalik Cobaan dan Ujian


Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah … Ketahuilah … Allah Taala akan menguji setiap hamba-Nya dengan berbagai musibah, dengan berbagai hal yang tidak mereka sukai, juga Allah akan menguji mereka dengan musuh mereka dari orang-orang kafir dan orang-orang munafiq. Ini semua membutuhkan kesabaran, tidak putus asa dari rahmat Allah dan tetap konsisten dalam beragama. Hendaknya setiap orang tidak tergoyahkan dengan berbagai cobaan yang ada, tidak pasrah begitu saja terhadap cobaan tersebut, bahkan setiap hamba hendaklah tetap komitmen dalam agamanya. Hendaknya setiap hamba bersabar terhadap rasa capek yang mereka emban ketika berjalan dalam agama ini.


Sikap seperti di atas sangat berbeda dengan orang-orang yang ketika mendapat ujian merasa tidak sabar, marah, dan putus asa dari rahmat Allah. Sikap seperti ini malah akan membuat mereka mendapat musibah demi musibah.

Renungkanlah …


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)


Dari Mush’ab bin Sa’id (seorang tabi’in) dari ayahnya berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »


“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)


Jubah Isparta Maroon


Semoga kita yang sedang mendapat ujian atau musibah merenungkan hadits-hadits di atas. Sungguh ada sesuatu yang tidak kita ketahui di balik musibah tersebut. Maka bersabarlah dan berusahalah ridho dengan taqdir ilahi. Sesungguhnya para Nabi dan orang sholeh dahulu juga telah mendapatkan musibah sebagaimana yang kita peroleh. Lalu kenapa kita harus bersedih, mengeluh dan marah? Bahkan orang sholeh dahulu -sesuai dengan tingkatan keimanan mereka-, mereka malah memperoleh ujian lebih berat. Cobalah kita perhatikan perkataan ulama berikut.


Al Manawi mengatakan, “Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta (tertutupi). Betapa banyak orang sholih (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa’ur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. … Dan masih banyak kisah lainnya.” (Faidhul Qodhir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 1/518, Asy Syamilah)


Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar ketika menghadapi musibah, baik dengan hati lisan atau pun anggota badan. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang selalu ridho dengan taqdir-Mu.

Sumber Rujukan Utama : Syarh Qowaidil Arba, Syaikh Sholih bin ‘Abdillah Al Fauzan


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




Sumber https://rumaysho.com/27-inilah-hikmah-di-balik-cobaan-yang-belum-engkau-tahu.html

Produk yang Diulas :
Jubah Isparta Maroon Khaleed Apparel
Nov 17, 2021
Bersikap Lembut Dalam Rumah Tangga


Setiap muslim hendaknya menimbun pahala sebanyak-banyak selama masih hidup di dunia. Berbuat baiklah pada banyak manusia sema-mata hanya untuk mengharap ridha Allah Ta'ala.


Karena setiap kebaikan yang kita tanam di dunia akan menjadi saksi di akhirat sebagai pemberat timbangan kebajikan di yaumil mizan kelak. Dan, persaksian akan datang dari orang-orang terdekat kita. Termasuk di antaranya adalah persaksian istri terhadap suaminya.


Para suami harus paham bahwa kedudukan istri sangat dimuliakan dalam Islam. Mereka para istri tidaklah hanya dibebankan kewajiban, melainkan harus mendapat hak yang baik. Hak pun bukan sekedar nafkah melainkan mendapat pergaulan yang baik dari suami. Membuat istri menangis sama artinya menyakitinya. Sementara menyakiti istri berarti melanggar haknya yang harus dipenuhi.


Seorang suami muslim harus bisa memperlakukan istri dengan sebaik-baiknya. Sering-seringlah tersenyum kepada istri, sering-seringlah mengucapkan terima kasih kepada istri. Jika salah, suami janganlah sungkan meminta maaf. Bicaralah dengan kalimat yang santun dan berikanlah pujian-pujian yang bisa memberi semangat serta bicaralah dengan lembut dan santun. Insyaallah semuanya bernilai kebaikan di mata Allah. Bahkan bercanda dengan hal kecil pun dinilai sebagai kebaikan. Subhanallah.


Jubah Isparta Navy


Karena istri merupakan seorang yang berhak mendapatkan perlakuan mulia, akhlak yang baik, perbuatan baik, pemberian manfaat dan penolakan akan hal buruk. Jika seorang lelaki bersikap yang demikian maka ialah orang yang terbaik. Akan tetapi jika ia bersikap sebaliknya, maka ia pun ada di sisi keburukan” (Nailul Authar).


Dibandingkan pria, perempuan pada dasarnya lemah, baik secara fisik maupun hati. Layaknya kaca yang mudah retak, demikian wanita digambarkan oleh Rasulullah. Maka sudah seharusnya bagi suami untuk berhati-hati pada hati para istri yang mudah tersakiti. Jangan sampai kalian meretakkannya apalagi memecahkannya dengan bersikap buruk pada wanita dan menyakitinya hingga membuatnya menangis.


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


"Mintalah wasiat dari diri-diri kalian dalam masalah hak-hak para wanita, karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulung rusuk. Dan, yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian dari atasnya. Bila engkau paksakan untuk meluruskannya maka engkau akan mematahkannya. Namun, bila engkau biarkan, ia akan terus menerus bengkok. Maka, mintalah wasiat dari diri-diri kalian dalam masalah hak-hak para wanita." (HR.Bukhari)


Maksudnya adalah jika istri melanggar syariat atau tidak baik di mata Islam maka kewajiban suami memberinya pengertian. Berikanlah pengetahuan agama kepada mereka dan berikanlah pelajaran budi pekerti yang bagus kepada mereka. Berusaha memperbaiki akhlaknya dengan cara yang lembut dengan keteladanan dan kasih sayang. Jangan membenci istri, meski ada satu atau dua sikap dan ucapannya membuat suami tidak senang.





Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya.” (HR. At-Tirmidzi).


Kalau masakan istrimu terlalu asin, tidak pedas atau terlaku pedas, gosong dan bentuknya tidak semenarik makanan lain yang kau tahu, jangan lantas membencinya. Bukankah istri sudah berusaha, bukankah tangannya sudah banyak bekas goresan pisau di ujung-ujung jarinya.


Suami harus menyadari bahwa tangan istri sudah tidak selembut sebelum kau menikahinya. Bukankah para istri telah menjaga anak-anak dan rumah sebagai amanah dari suami? Bukankah senyumannya selalu meneduhkan para suami? Satu atau dua sifat istri yang kurang pas janganlah lantas membencinya. Bukankah banyak sekali kebaikan-kebaikan yang sudah diberikan istri untuk para suami dan rumah tangganya.


Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


*وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا*


"Dan pergaulilah istrimu dengan (akhlak yang) baik. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allâh menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS.An-Nisâ’ :19).


Imam al-Hulaimi rahimahullah berkata, kebaikan akhlak merupakan bagian dari iman. Dan hilangnya akhlak baik dari diri seorang hamba merupakan tanda kurangnya iman. Juga menunjukkan bahwa orang-orang mukmin bertingkat-tingkat keimanan mereka. Sebagian dari mereka, imannya lebih sempurna dari sebagian yang lain.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://kalam.sindonews.com/read/153400/72/syarat-sempurnanya-iman-bersikap-lembut-dalam-rumah-tangga-1599131367

Produk yang Diulas :
Jubah Isparta Navy Khaleed Apparel
Nov 17, 2021
Menjadi Insan yang Pemaaf


Manusia telah ditakdirkan hidup sebagai makhluk sosial. Dalam menjalani kehidupannya, tiap insan membutuhkan orang lain. Ini agar mereka bisa bersosialisasi, hidup berdampingan, dan saling melengkapi.


Dalam aktivitas bersosialisasi, timbulnya berbagai gesekan sosial dan kesalahpahaman niscaya terjadi. Perbedaan watak, karakter, sikap, dan cara pandang kerap menjadi salah satu penyebabnya.


Namun, di saat gesekan tak dapat dielakkan, Islam mengajarkan kita agar lebih bisa menahan diri. Sikap ini juga patut diamalkan sekalipun kesalahan timbul dari pihak lain. Ya, kita dianjurkan menjadi insan pemaaf.


Allah menjanjikan ampunan dan surga bagi insan pemaaf dan menggolongkannya sebagai orang yang bertakwa. Disebutkan dalam sebuah firman-Nya, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan" (QS Al Imran: 133-134).


Jubah Isparta Putih

Rasulullah SAW adalah contoh ideal sosok insan pemaaf. Dalam menjalankan dakwahnya, beliau mengalami banyak kendala, termasuk kekerasan fisik. Salah satu doa beliau, "Ya Allah, ampunilah mereka, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui."


Dan, Rasulullah SAW memberikan contoh teladan sebagai insan yang pemaaf. Dalam sebuah kisah disebutkan, beliau memberi maaf seorang musyrik yang selalu menyirami beliau dengan kotoran tiap kali berangkat ke mesjid. Bukan hanya memaafkan, Nabi SAW bahkan menjenguknya ketika ia terbaring sakit dan lemah tak berdaya.


Itulah ajaran luhur Islam yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Memberi maaf bukan hanya menuntut hati yang lapang, namun juga kesabaran tingkat tinggi. Semoga kita dapat meneladani sikap Rasululah SAW dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://www.republika.co.id/berita/q9t4kf458/menjadi-insan-yang-pemaaf

Produk yang Diulas :
Jubah Isparta Putih Khaleed Apparel
Nov 05, 2021
Menjemput Pertolongan Allah Dengan Al Fatihah


Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami berbagai masalah. Ketika mengalami masalah seperti itu, Ustadz Hanan Attaki melalui channel YouTubenya Hanan Attaki mengatakan kita bisa menjemput pertolongan Allah dengan Al Fatihah.

Kenapa? Berikut sudah kami sarikan inti dari podcast Hanan Attaki yang berhubungan dengan menjemput pertolongan Allah dari video YouTubenya yang berjudul "Menjemput Pertolongan Allah dengan Al-fatihah."


Kenapa Al-fatihah bisa menolong kita?


Ustad Hanan Attaki menjelaskan nama lain dari Al-Fatihah adalah Asy Syifa' yang artinya penyembuh atau kesembuhan, sehingga siapapun yang meminta pertolongan kepada Allah dengan membaca Al-fatihah, memahami, mengamalkan, dan menghayati Al-fatihah.


Allah SWT menjamin kesembuhan dari berbagai macam penyakit di dalam hati, jiwa atau perasaannya. Bukan hanya terhadap penyakit jiwa, termasuk penyakit fisik sekalipun, karena selain Asy syifa', Al-fatihah juga disebut sebagai AR Ruqyah. 

Ustad Hanan Attaki kemudian menggambarkan kejadian yang pernah dialami Nabi. Dia mengisahkan, "kata Nabi, tahukah engkau bahwa Al Fatihah itu adalah Ar Ruqyah?

Sehingga dulu sahabat-sahabat nabi suka membacakan Al Fatihah untuk meruqyah orang yang sedang tersengat hewan berbisa seperti kalajengking. Kenapa kok dibacakan Al Fatihah, kenapa kok di Rukiyah?


Karena biasanya orang yang tersengat bisa jadi panas tinggi, maka paracetamolnya (penurun panasnya) adalah Al Fatihah. 


Kaos Anak Follower Muhammad


Manfaat konkrit Al-Fatihah untuk kehidupan sehari-hari


Jadi kalau ditanya apa manfaat konkrit Al Fatihah dalam kehidupan kita sehari-hari itu dia Syifa' dan Ruqyah. Ustad Hanan Attaki menyarankan kalau kita masuk ke rumah baru, apalagi lama tak dihuni, Al-fatihah, akan mensterilkan rumah itu.

Tak hanya itu, Ustadz Hanan Attaki juga berpesan kalau ingin cepat mendapatkan keberkahan dalam hidup, kita sebaiknya mengandalkan Al-qur'an dan mengandalkan Al fatihah. Kita sebaiknya melibatkan Al-Fatihah dalam kehidupan kita seperti berikut ini: 

  • Awali hari dengan Al-fatihah
  • Awali pekerjaan dengan Al-fatihah
  • Tenangkan hati dengan Al-fatihah. 

Terakhir, sebelum menutup Podcastnya, Ustad Hanan Attaki berkata, "Jika kita akrab dengan Al Fatihah, Allah akan berikan hal-hal yang kita butuhkan dengan cara yang tidak dapat dijelaskan secara teori atau ilmiah."


Bacaan Al Fatihah

Berikut bacaan Al Fatihah dalam bahasa latin yang dapat kita andalkan untuk menjemput pertolongan Allah.


  • Bismillahirrahmanirrahim 
  • Alhamdulillahi rabbil alamin
  • Ar-Rahmanir Rahîm
  • Maliki yaumiddin
  • Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta'in
  • Ihdinash shirathal mustaqim
  • Shirathal ladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim waladh lalin


Artinya :

  • "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,”
  • “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,”
  • “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,”
  • “Yang menguasai di hari Pembalasan,” 
  • “Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan,”
  • “Tunjukanlah Kami jalan yang lurus,”
  • "(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”


Seperti itulah cara menjemput pertolongan Allah sebagaimana penjelasan Ustadz Hanan Attaki melalui surat Al-Fatihah.


Berikut penjelasan Ustadz Hanan Attaki :




SUMBER : https://www.suara.com/news/2021/10/20/211507/cara-menjemput-pertolongan-allah-dengan-al-fatihah-menurut-ustadz-hanan-attaki?page=all

Produk yang Diulas :
Kaos Setelan Anak Muslim " Follower of Muhammad "
Nov 04, 2021
Allah Tahu Kamu Kuat


Untukmu yang saat ini tengah bersabar, sungguh Allah tahubahwa kamu lelah tapi tetaplah kamu kuat menghadapi segalanya dengan terus mempertahankan sabarmu.

Jangan menyerah sekalipun keadaan tiba-tiba berubah menjadi sangat menyiksa, percayalah kamu akan selalu kuat tatkala kamu yakin akan pertolongan-Nya.


Bukannya Allah Tidak Mendengar Seruanmu, Tapi Allah Membiarkan Sebab Tahu Bahwa Kamu Mampu Menjalaninya


Dan tentang mengapa semuanya belum juga berakhir? jangan pernah gerutui ia, sungguh bukannya Allah tidak mau mendengar seruanmu dalam doa yang selama ini telah kamu haturkan, hanya saja Allah sengaja membiarkan semuanya tetap sulit sebab tahu bahw akamu mampu menjalaninya.


Allah tahu bahwa kamu peribadi yang luar biasa, karenanya ujian dan kesulitan yang Allah persembahkan kepadamu pun tingkatannya juga luar biasa dan hebat.


Mungkin yang Kamu Alami Sangatlah Berat, Tapi Sadarlah Kamu Masih Punya Allah yang Selalu Maha Hebat


Iya, mungkin yang kamu alami sangatlah berat, sangat menyiksa, sangat menyakitkan, dan sangat sulit, tapi sadarlah kamu masih punya Allah yang selalu maha hebat dan maha segalanya.

Datang saja kepada-Nya tiada henti, mintalah kekuatan dari-Nya, mintalah pertolongan-Nya, karena kamu akan lebih kuat dari yang kamu harapkan tatkala Allah yang jadi nomer satu dalam hatimu.


Setelan Anak Muslim Akhisar Abu


Jangan Menyerah, Meski Rasanya Sangat Menyiksa Kamu Harus Mampu Melawannya Dengan Terus Yakin Akan Kekuatan-Nya


Lantas jangan pernah menyerah, meski rasanya sangat menyiksa hati, batin, dan pikiranmu maka kamu harus mampu melawannya dengan teerus yakin akan kekuatan-Nya.

Sungguh sangatlah mudah bagi Allah mengubah kesulitan yang menurutmu besar menjadi kemudahan seketika juga, hanya saja Allah membiarkannya tetap sulit agar kamu banyak bergantung kepada-Nya.


Kamu Akan Mampu Melewati Kesulitanmu Tatkala Kamu Yakin Bahwa Ada Allah yang Tidak Akan Pernah Meninggalkanmu


Percayalah, kamu akan mampu melewati kesulitanmu tatkala kamu yakin bahwa ada Allah yang tidak akan pernah meninggalkanmu.

Sebab, semuanya pasti akan baik-baik saja walau seperti apapun sulitnya, jika kamu sendiri telah benar-bear yakin dan bergantung kepada Allah.


Kamu Adalah Peribadi yang Kuat, Sebab Itulah Mengapa Allah Menempatkanmu Dalam Problema Hidup yang Hebat


Ketahuilah, kamu adalah peribadi yang kuat, sebab itulah mengapa Allah menempatkanmu dalam problema hidup yang hebat dan sangat menyiksa batin.

Allah tahu kemampuanmu cukup baik untuk bisa mengatasi apa yang kini tengah kamu alami, karenanya jangan menyerah pada keadaan dan teruslah bersabar.


Berikut penjelasan Ustadz Hanan Attaki :



SUMBER : https://humairoh.com/untukmu-yang-tengah-bersabar-allah-tahu-kamu-lelah-tapi-tetaplah-kuat-menghadapi-segalanya/

Produk yang Diulas :
Gamis Setelan Anak Muslim Akhisar Abu Khaleed Apparel
Nov 04, 2021
Jangan Khawatir, Allah Mendengar Doamu


Allah sudah pasti melihat usahmu, Allah pula mendengar tanpa bosan doa-doa terbaikmu, dan Allah tahu siapa yang memang pantas untukmu nanti.

Karenanya, sabarlah menunggu takdir terbaik dari-Nya, tidak usah takut dan teruslah kamu menghaturkan harapan-harapan baikmu kepada-Nya.


Sabarlah Menunggu, Allah Faham Siapa yang Kamu Inginkan Untuk Menjadi Pendamping Hidupmu


Jangan pedulikan waktu yang menurutmu lama, karena sungguh Allah faham siapa yang kamu inginkan untuk menjadi pendamping hidupmu, maka sabarlah kamu menunggu kedatangannya.


Sabarlah kamu menunggu takdir terbaik-Nya, hingga akhirnya kamu mengerti bahwa setiap yang diputuskan Allah, ntah itu lewat jalan yang kamu sukai atau tidak maka tetap saja akhirnya akan membawamu pada kebaikan yang sama.


Jangan Pernah Kamu Merasa Gusar Dengan Terus Merasa Khawatir


Lantas jangan pernah kamu merasa gusar dengan kekhawatiran dan semacamnya, karena sungguh dia yang kamu tunggu akan datang bila memang waktunya telah tiba.

Dia akan Allah berikan jalan mudah untuk bertemu denganmu, jika memang waktu yang telah Allah tentukan sudah sampai.


Gamis Setelan Ankara Maroon


Tidak Akan Pernah Terlambat, Sebab Allah Telah Mengatur Pertemuanmu


Selama apapun itu tidak akan pernah ada yang namanya terlambat, sebab Allah telah mengetur pertemuan terbaikmu dengannya dengan sangat sempurna.

Allah telah merencanakan jalan terbaik untukmu dengannya bersatu, maka pastikan kamu juga tetap dalam ikhtiar terbaikmu.


Percaya Pada Takdir Allah, Percaya Pada Ketentuan-Nya


Percaya saja pada takdir Allah tanpa ada keraguan sedikitpun, percayalah pada ketentuan-nya, karena memang itulah yang seharusnya kamu pupuk di hati, agar kamu tidak mudah resah memikirkan takdir ilahi.


Ingat, Jika Sudah Waktunya Bertemu Tak Butuh Waktu Lama Bagi Allah Mempertemukanmu


Cukup kamu ingat saja dengan baik, jika memang sudah waktunya kamu bertemu tiba, tentu tidak akan butuh waktu lama bagi Allah untuk membuka jalanmu agar segera bertemu. Maka bersabarlah!


Berikut penjelsan Ustadz Hanan Attaki :




SUMBER : https://humairoh.com/jangan-khawatir-allah-mendengar-doamu-dan-allah-tahu-siapa-yang-memang-pantas-untukmu/

Produk yang Diulas :
Gamis Setelan Dewasa Ankara Maroon Khaleed Apparel
Nov 04, 2021
Ikuti Alurnya, dan Nikmati Prosesnya. Allah Tahu Betul Kapan Kamu Harus Bahagia


Allah SWT selalu mencipta segala sesuatunya dengan sempurna, hanya saja kadang kita terlalu gegabah mengeluh disaat sebagian rencana-Nya tidak sesuai dengan apa yang telah kita harapkan.


Padahal, semua yang Allah tetapkan selalu menuju kepada kebaikan, meski awalnya tidak menyenangkan dan menyakitkan.


Jadi tidak peduli seperti apapun yang kini tengah kamu jalani, ikuti saja alur yang telah Allah persembahkan, dan nikmati prosesnya. Sungguh Allah tahu betul kapan kamu harus bahagia.

Kamu tidak usah banyak bertanya dulu tentang apa yang telah Allah takdirkan, pasrahkan semua yang terjadi kepada Allah, karena itu akan membuatmu ringan menjalani apa yang memang sudah seharusnya kamu jalani.


Yakinkan hatimu, kamu harus mampu meyakinkan hatimu bahwa yang kamu alami saat ini sebenarnya hanya sebuah jalan menuju bahagia.

Yang kamu jalani sekarang hanyalah sebuah jalan untukmu mendapatkan kebaikan yang lebih besar, maka pastikan kamu tetap yakin bahwa kamu akan tetap baik-baik saja.


Gamko Bismil


Ingat, tidak perlu banyak protes, walaupun apa yang terbentang di depan mata sangat tidak membuatmu senang. Cukuplah kamu menikmati saja apapun yang telah Allah persembahkan dengan penuh rasa sabar dan ikhlas.


Dan iya, kamu tidak akan pernah merugi dalam sabarmu, tidak akan pernah merugi dalam ikhlasmu, meski itu sangat menyesakkan dadamu, karena Allah pasti telah siapkan pula balasan untuk setiap sabar dan ikhlasmu.


Ingat ya, ikuti saja apa yang sudah Allah tentukan sebagai jalanmu, nikmati proses yang telah Allah persembahkan, karena apapun itu dan bagaimanapun keadaannya tidak akan pernah membuatmu sengsara di akhir nanti.


Percayalah sama Allah, karena Allah tidak akan mencipta kisah yang asal-asalan dan merugikanmu, semua Allah cipta demi kebaikanmu, serta Allah pun tahu kapan kamu harus bahagia.


Berikut penjelasan Ustadz Hanan Attaki :




SUMBER : http://gentaonline.com/news/detail/1787/nasional/ikuti-alurnya-dan-nikmati-prosesnya-allah-tahu-betul-kapan-kamu-harus-bahagia

Produk yang Diulas :
Gamko Bismil Dewasa Khaleed Apparel
Nov 03, 2021
Amalan dan Doa Agar Cepat Mendapatkan Jodoh

Rezeki, jodoh, dan maut merupakan rahasia Tuhan. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha, tapi hanya Tuhan yang dapat menentukannya. Begitu juga tentang persoalan jodoh. Banyak yang bilang bahwa jodoh itu nggak akan ke mana. Namun kalau kita nggak berusaha, bukan nggak mungkin kita akan kesulitan mendapatkan jodoh. Apakah kamu salah satu yang merasakannya juga?


Mungkin kamu sudah mencoba beberapa cara untuk mendapatkan jodoh, seperti berkenalan dengan lawan jenis atau bahkan sampai di tahap ta’aruf. Jika semua itu belum juga mendatangkan jodoh kamu, sudah saatnya kamu pasrahkan kepada Allah dan memintanya dengan doa dapet jodoh.

Dalam al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang merujuk pada doa mendapatkan jodoh yang diinginkan. Untuk kamu yang sedang menanti pasangan hidup, yuk amalkan doa agar cepat mendapatkan jodoh.


1. Surat al-Anbiya ayat 89

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ 
Rabbi laa tazarnii fardaw wa anta khoirul-waarisiin

Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik."


Amalan dan Doa Agar Cepat Mendapatkan Jodoh


2. Surat al-Furqan ayat 74

رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنِا وَ ذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyatinaa qurrota a’yun

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati.”


3. Surat al-Qasas ayat 24

رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ
 Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khoirin faqiir

Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”


Amalan dan Doa Agar Cepat Mendapatkan Jodoh

4. Doa cepat dapat jodoh untuk laki-laki

Selain itu, kamu juga dapat memanjatkan doa agar cepat mendapatkan jodoh yang diinginkan. Untuk laki-laki, inilah doa agar bisa mendapatkan istri terbaik sebagai pendamping hidupnya.

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجَةً طَيِّبَةً أَخْطُبُهَا وَأَتَزَوَّجُ بِهَا وَتَكُوْنُ صَاحِبَةً لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَةِ
Robbi hablii milladunka zaujatan thoyyibah akhtubuhaa wa atazawwaju biha watakunu shoohibatan lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh.

Artinya: "Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat".


Setelan Gamis Pria Hatay Abu


5. Doa mencari jodoh untuk perempuan

Sementara untuk perempuan, inilah doa yang dapat kamu panjatkan supaya mendapatkan laki-laki saleh dan menjadi imam terbaik dalam rumah tanggamu kelak.

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجًا طَيِّبًا وَيَكُوْنُ صَاحِبًا لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَة
Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban, wayakuuna shoohiban, lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh.

Artinya: "Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat".


Amalan yang dapat mempercepat datangnya jodoh


Amalan dan Doa Agar Cepat Mendapatkan Jodoh


Selain memanjatkan doa dapat jodoh, kamu juga perlu melakukan beberapa amalan yang bisa mempercepat datangnya jodoh. Jadi, jangan sampai kamu hanya berdoa tapi nggak melakukan apa-apa, ya. Lantas, apa saja amalan yang dapat mempercepat datangnya jodoh? 


  • Usahakan untuk sering salat tahajud di sepertiga malam. Sebab, amalan ini akan semakin mendekatkanmu pada Allah sehingga doa kita akan lebih cepat untuk dikabulkan.
  • Lakukan salat hajat. Salat ini bertujuan agar doa yang kita panjatkan dapat dikabulkan oleh Allah. Doa mencari jodoh tadi sangat cocok jika dibacakan setelah salat hajat.
  • Perbaiki salat 5 waktu. Untuk kamu yang masih sering melewatkan salat, atau melaksanakan salat di akhir waktu, mulai saat ini sebaiknya perbaiki ibadah yang satu ini, ya.
  • Menjaga wudu. Jangan salah, menjaga wudu itu memiliki banyak manfaat. Salah satunya dapat membuat wajahmu tetap bersih, berseri, dan enak dipandang.
  • Perbaiki diri dan banyak silaturahmi. Dua hal ini merupakan kunci agar doa yang kamu panjatkan dapat dikabulkan oleh Allah.
  • Berserah diri dan tetap tawakal. Semua usaha dan doa sudah kamu panjatkan, maka kini saatnya kamu harus bertawakal dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah. 


Nah, itulah amalan dan doa meminta jodoh yang diinginkan. Semoga segala usaha yang telah kamu lakukan dapat membuahkan hasil terbaik. Kuncinya, jagalah kualitas salat 2 waktu dan perbaiki diri agar Allah mengabulkan setiap doa yang kamu panjatkan.


Berikut penjelasan Ustadz Hanan Attaki :




SUMBER : https://www.popbela.com/relationship/single/windari-subangkit/doa-agar-cepat-mendapatkan-jodoh-yang-diinginkan/6

Produk yang Diulas :
Setelan Gamis Pria Hatay Abu Khaleed Apparel
Nov 03, 2021
Berserah Diri Kepada Allah


Manusia tidak pernah tahu apa yang Allah SWT rencanakan untuk kehidupannya. Karena ketidaktahuannya inilah, tak heran bila ketika peristiwa buruk menimpa, kadang kita selalu meluapkan kekecewaan kepada Allah.


Kita tidak berprasangka baik kepada-Nya bahwa di balik peristiwa buruk ada kebaikan yang menyertai. Sebab, kemampuan manusia dalam berpikir sangatlah terbatas, sedangkan seluruh yang menimpanya, baik peristiwa baik maupun buruk, ada di luar logika dan cenderung irasional.


Karena itulah, tatkala kita tertimpa sesuatu yang buruk, Allah SWT berfirman dalam Alquran, "Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS al-Anfal [8]: 49). Terma "tawakal" diambil dari kata wakala yang berarti wakil dan mewakilkan.


Bertawakal kepada Allah mengandung arti kita harus mewakilkan kepercayaan kepada-Nya ketika suatu peristiwa memilukan menimpa diri. Dengan demikian, kita harus memasrahkan diri saat musibah menerpa, bersabar ketika kenestapaan terjadi dalam hidup, dan mensyukuri setiap episode kehidupan penuh harapan positif.


Ada berbagai manfaat positif yang bisa kita peroleh dari sikap pasrah kepada Allah. Kemuliaan yang tampak pada diri seseorang pada hakikatnya merupakan buah kepasrahan diri kepada-Nya. Seseorang yang memiliki totalitas kepasrahan tidak akan bergantung pada selain Allah. Hanya kepada Dia-lah ia akan selalu bergantung dan berserah diri.


Ketika menghadapi suatu masalah dan merasa dirinya tak mampu menyelesaikan masalah itu sendirian, ia akan menyerahkan urusan tersebut pada orang yang mampu menyelesaikannya. Apabila urusan itu dipercayakan pada orang yang memiliki kapasitas, kelak akan memberikan hasil yang lebih baik.


Setelan Gamis Pria Hatay Putih


Sama halnya ketika manusia berhadapan dengan persoalan hidup dan menyadari keterbatasannya, lalu memasrahkan diri kepada Allah. Dia (Allah) yang memiliki kekuatan tak terbatas. Allah pula yang lebih mengetahui segala sesuatunya. Menurut ahli psikologi, tingkat kepasrahan diri kepada Tuhan menjadi modal utama menggapai ketenangan hidup dan menghilangkan depresi yang sering dialami manusia.


Oleh karena itu, percaya penuh kepada Allah dapat menghilangkan kecemasan dan kegelisahan. Ketika berbahagia, ia tidak terlalu berbangga. Ketika kebahagiaan itu lenyap, ia pun tidak terlalu gelisah dan bersedih hati.


Dalam kehidupan para Nabi, kepasrahan total kepada Allah menjadi metode paling efektif untuk menghadapi setiap masalah. Manusia yang senantiasa pasrah kepada Allah akan memiliki energi positif yang memotivasinya untuk mencapai tujuan hidup.


Mereka akan memahami bahwa segala peristiwa pasti mengandung kebaikan. Dengan demikian, mereka akan terlepas dari sesuatu yang tidak berguna, pantang berputus asa, dan terus berupaya mendapatkan apa yang diinginkan. Dengan berpasrah diri pada Allah, kita akan memiliki hati dan kemandirian yang kuat dalam mengambil keputusan.


Dengan berpasrah diri kepada Allah, segala urusan materi dan maknawi akan teratur. Kita akan menjalani kehidupan di jalan yang benar, tanpa keraguan, kegelisahan, dan kekhawatiran yang berlebihan. Dengan kepasrahan total, kita akan menyadari bahwa sebaik-baiknya rencana kita, jauh lebih baik rencana yang Allah susun untuk kita. Wallahu a'lam.


Berikut penjelasan Ustadz Hanan Attaki :




SUMBER : https://republika.co.id/berita/ntomcz6/berserah-diri-kepada-allah

Produk yang Diulas :
Setelan Gamis Pria Hatay Putih Khaleed Apparel
Nov 03, 2021
Cara Mengatasi Keluh Kesah


JAZA’ secra bahasa artinya terputus (Maqayisul Lughah, Ibnu Faris 1/453) Menurut istilah, keluh kesah adalah menampakkan sesuatu yang dialami oleh orang yang terkena musibah, berupa kegalauan dan kegundahan. A(Al-Faruq hal.200) Berkata ar Raghib, “Keluh kesah adalah kesedihan yang menyeret seseorang hingga tidak bisa berkonsentrasi, bahkan terputus dari urusannya.” (Al-Mufradat hal. 194-195, at-Taufiq ‘ala Muhimmati at-Ta’rif hal. 125). Adapun cara untuk mengatasi keluh kesah sebagai berikut:

1. Menguatkan iman , terutama iman terhadap qadha’ dan qadar, sehingga apa pun yang menimpanya, baik musibah dan kenikmatan, jika ia bersabar dan bersyukur maka semuanya bernilai pahala.


2. Berdzikir kepada Allah. Berkata Al-Qurthubi tatkala menafsirkan firman Allah QS. al-Anfal 45. “Ingatlah Allah tatkala hati kalian berkeluh-kesah, karena mengingat-Nya akan membantu untuk tegar di kala musibah menerpa,” (Tafsir Al-Qurthubi 8/23)


3. Tabah dan bersabar atas segala yang menimpa. Berkata Ibnul Qayyim, “Jika seseorang bersabar dan mengharap pahala maka dia membuat ridha Rabbnya, menyenangkan shahabatnya dan menjelekkan musuhnya.” (Zadul Ma’ad 4/192)


Kurta Bafra Panjang Hitam


4. Mempersiapkan diri untuk menghadapi musibah yang sewaktu-waktu menimpa. Sebagian orang shalih terdahulu tatkala anaknya meninggal, mereka tidak berkeluh kesah seraya berkata, “Hal ini sudah kami persiapkan, sehingga tatkala terjadi, kami pun tidak kaget,” (Al-Kamil, Mubarrid 1/256)


5. Memahami bahwa nikmat apa saja yang Allah berikan kepada seorang hamba di dunia, itu akan mengurangi derajatnya nanti di akhirat, sekali pun ia masuk surga. Berkata Fudhail Ibnu Iyadh. “Tidaklah seorang hamba diberikan suatu nikmat did unia melainkan akan berkurang derajatnya di surga, sekali pun dia adalah orang yang mulia di sisi Allah,”(Hilyatul Auliya 8/88).


Berikut penjelasan Ustadz Hanan Attaki :




SUMBER : https://www.islampos.com/5-cara-atasi-keluh-kesah-34875/

Produk yang Diulas :
Kurta Bafra Panjang Hitam Khaleed Apparel
Nov 03, 2021
5 Cara Menggapai Kebahagiaan Hidup


Hidup tak selalu berjalan mulus sesuai dengan kehendak kita. Terkadang kita harus melewati masa-masa sulit yang membuat kita kesal atau sedih. Islam mengajarkan kita untuk memiliki harapan dalam hidup.


Hidup di dunia merupakan perjalanan bagi Muslim menuju jannah, tempat yang akhirnya kita akan bahagia. Namun, bukan berarti kita tidak bisa bahagia dalam menjalani kehidupan di dunia. Kebahagiaan adalah perasaan puas dalam situasi tertentu, bahkan yang buruk. Ada berkah dan alasan untuk semua situasi.


Berikut beberapa tips yang bisa anda renungkan, dilansir About Islam, Senin (9/11).


1. Kenali Tuhanmu

Semua makhluk hidup dan alam semesta berasal dari Allah. Dengan meningkatkan pengetahuanmu tentang Allah dan sifat-sifat-Nya, seorang Muslim dapat mulai memiliki hubungan yang lebih baik dengan-Nya. Pada akhirnya ini membantu seseorang menerima situasi apapun.


Dengan sering mengingat-Nya, melalui dzikir, kesulitan dan masalah dapat menjadi jauh dan memungkinkan anda untuk melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda.


Allah berfirman dalam surat Ar-Ra’d ayat 28 yang berbunyi:


 الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ


Allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb.


Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”


2. Berdoa

Jika kita menginginkan sesuatu, berdoa adalah cara terbaik. Ketika anda ingin merasa bahagia, terbebas dari kesulitan dan mengalami kepuasan dalam hidup anda, jangan berpaling dari Allah. Sebab, semua yang anda dapatkan itu berkat Allah, baik sesuatu kecil maupun besar, Allah yang dapat mewujudkannya.


Berdoalah dengan tulus, terutama pada waktu-waktu penerimaan doa seperti sepertiga terakhir malam dan antara Ashar dan Maghrib pada hari Jumat.


3. Berbuat kebaikan

Habiskan waktumu untuk melakukan perbuatan baik. Mengapa? Karena tindakan yang disukai oleh Allah akan menuntun anda untuk memiliki iman yang lebih kuat. Hubungan ini akan membantu meringankan anda dari kesulitan yang sedang dihadapi.


Kurta Bafra Panjang Maroon


Banyak hal yang termasuk perbuatan baik. Bisa ibadah langsung, seperti puasa, sholat, dan membaca Alquran guna meningkatkan amalan anda. Bisa juga anda luangkan waktu bersama keluarga, menjadi sukarelawan dalam membantu sesama, dan bersedekah. Ingatlah selalu untuk menjaga niat anda karena Allah dan Insya Allah anda akan diberi pahala yang sesuai.


Dikisahkan oleh Umar bin Al-Khattab, dia mendengar Rasulullah SAW berkata: “Pahala perbuatan tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan pahala sesuai dengan yang diinginkannya. Jadi siapa pun yang hijrahnya untuk keuntungan duniawi atau untuk dinikahi wanita, maka hijrahnya kepada apa yang ia tuju,” (Sahih al-Bukhari).


4. Cari pengampunan

Terkadang, kesedihan kita berasal dari pikiran masa lalu. Kita semua melakukan hal-hal yang tidak kita banggakan dan terkadang hal ini dapat menghantui kita. Pertama, kita harus berusaha untuk tidak mengingat kejadian itu lagi. Sebaliknya, kita harus menghabiskan waktu kita dengan berdoa dan meminta pengampunan dari Allah. Pengampunan dari Allah adalah cara untuk memperbaiki dosa dan kesalahan masa lalu, bukan menyiksa diri sendiri yang dilakukan sejak awal.


Diriwayatkan Abdullah ibn Umar, kami menghitung Rasulullah SAW akan mengatakan seratus kali selama pertemuan: “Tuhanku, maafkan aku dan maafkan aku; Engkau adalah Yang Maha Pengampun dan Pemaaf,” (Sunan Abi Dawud 1516).


5. Selalu ingat itu bisa menjadi buruk

Apa pun situasi yang anda alami saat ini, ingatlah itu selalu bisa lebih buruk. Banyak sekali berita yang menunjukkan orang-orang dalam kesulitan. Meskipun kesulitan kita mungkin sangat memengaruhi kita, dengan melihat orang lain dan menghargai kita tidak berada dalam situasi itu, kita dapat menemukan kedamaian dalam hidup yang kita miliki.


Allah telah menempatkan kita di bumi ini untuk jangka waktu tertentu yang pada akhirnya akan musnah. Sama halnya dengan kesulitan. Dengan menerima hidup kita bisa jadi lebih buruk, kita harus berbahagia dengan apa yang kita miliki dan mensyukuri apa yang memang kita miliki, bukan apa yang tidak kita miliki.


Berikut penjelasan Ustadz Hanan Attaki :




SUMBER : https://www.republika.co.id/berita/qjiqxi335/5-cara-mencapai-kebahagiaan-hidup-dalam-islam

Produk yang Diulas :
Kurta Bafra Panjang Maroon Khaleed Apparel
Nov 03, 2021
Pilihan Allah Itulah Yang Terbaik


Imam adz-Dzahabi[1] dan Ibnu Katsir[2] menukil dalam biografi shahabat yang mulia dan cucu kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa pernah disampaikan kepada beliau tentang ucapan shahabat Abu Dzar, “Kemiskinan lebih aku sukai daripada kekayaan dan (kondisi) sakit lebih aku sukai daripada (kondisi) sehat”. Maka al-Hasan bin ‘Ali berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Dzar, adapun yang aku katakan adalah: “Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu (selain keadaan yang Allah Ta’ala pilihkan untuknya). Inilah batasan (sikap) selalu ridha (menerima) semua ketentuan takdir dalam semua keadaan (yang Allah Ta’ala) berlakukan (bagi hamba-Nya)”.


Atsar (riwayat) shahabat di atas menggambarkan tingginya pemahaman Islam para shahabat radhiyallahu ‘anhum dan keutamaan mereka dalam semua segi kebaikan dalam agama[3].

Dalam atsar ini shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa kondisi susah (miskin dan sakit) lebih baik bagi seorang hamba daripada kondisi senang (kaya dan sehat), karena biasanya seorang hamba lebih mudah bersabar menghadapi kesusahan daripada bersabar untk tidak melanggar perintah Allah Ta’ala dalam keadaan senang dan lapang, sebagaimana yang diisyaratkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan (akan merusak agama) kalian, akan tetapi yang aku takutkan bagi kalian adalah jika (perhiasan) dunia dibentangkan (dijadikan berlimpah) bagi kalian sebagaimana (perhiasan) dunia dibentangkan bagi umat (terdahulu) sebelum kalian, maka kalian pun berambisi dan berlomba-lomba mengejar dunia sebagaimana mereka berambisi dan berlomba-lomba mengejarnya, sehingga (akibatnya) dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dunia membinasakan mereka[4].


Akan tetapi, dalam atsar ini, cucu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, al-Hasan bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengomentari ucapan Abu Dzar di atas dengan pemahaman agama yang lebih tinggi dan merupakan konsekwensi suatu kedudukan yang sangat agung dalam Islam, yaitu ridha kepada Allah Ta’ala sebagai Rabb (Pencipta, Pengatur, Pelindung dan Penguasa bagi alam semesta), yang berarti ridha kepada segala perintah dan larangan-Nya, kepada ketentuan takdir dan pilihan-Nya, serta kepada apa yang diberikan dan yang tidak diberikan-Nya[5].

Sikap ini merupakan ciri utama orang yang akan meraih kemanisan dan kesempurnaan iman, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman, orang yang ridha dengan Allah I sebagai Rabb-nya dan islam sebagai agamanya serta (Nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya”[6].


Kurta Bafra Panjang Abu


Beberapa pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kisah di atas:

  1. Bersandar dan bersarah diri kepada Allah Ta’ala adalah sebaik-baik usaha untuk mendapatkan kebaikan dan kecukupan dari-Nya[7]. Allah berfirman:
  2. {وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ}
  3. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS ath-Thalaaq: 3).
  4. Ridha dengan segala ketentuan dan pilihan Allah Ta’ala bagi hamba-Nya adalah termasuk bersangka baik kepada-Nya dan ini merupakan sebab utama Allah Ta’ala akan selalu melimpahkan kebaikan dan keutmaan bagi hamba-Nya. Dalam sebuah hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepadaku”[8].
  5. Makna hadits ini: Allah akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, dan Dia akan berbuat pada hamba-Nya sesuai dengan harapan baik atau buruk dari hamba tersebut, maka hendaknya hamba tersebut selalu menjadikan baik persangkaan dan harapannya kepada Allah Ta’ala[9].
  6. Takdir yang Allah Ta’ala tetapkan bagi hamba-Nya, baik berupa kemiskinan atau kekayaan, sehat atau sakit, kegagalan dalam usaha atau keberhasilan dan lain sebagainya, wajib diyakini bahwa itu semua adalah yang terbaik bagi hamba tersebut, karena Allah Ta’ala maha mengetahui bahwa di antara hamba-Nya ada yang akan semakin baik agamanya jika dia diberikan kemiskinan, sementara yang lain semakin baik dengan kekayaan, dan demikian seterusnya[10].
  7. Imam Ibnu Muflih al-Maqdisi berkata,”Dunia (harta) tidaklah dilarang (dicela) pada zatnya, tapi karena (dikhawatirkan) harta itu menghalangi (manusia) untuk mencapai (ridha) Allah Ta’ala, sebagaimana kemiskinan tidaklah dituntut (dipuji) pada zatnya, tapi karena kemiskinan itu (umumnya) tidak menghalangi dan menyibukkan (manusia) dari (beribadah kepada) Allah. Berapa banyak orang kaya yang kekayaannya tidak menyibukkannya dari (beribadah kepada) Allah Ta’ala, seperti Nabi Sulaiman ‘alaihis salam, demikian pula (sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) ‘Utsman (bin ‘Affan) dan ‘Abdur Rahman bin ‘Auf . Dan berapa banyak orang miskin yang kemiskinannya (justru) melalaikannya dari beribadah kepada Allah dan memalingkannya dari kecintaan serta kedekatan kepada-Nya…”[11].
  8. Orang yang paling mulia di sisi Allah Ta’ala adalah orang yang mampu memanfaatkan keadaan yang Allah Ta’ala pilihkan baginya untuk meraih takwa dan kedekatan di sisi-Nya, maka jika diberi kekayaan dia bersyukur dan jika diberi kemiskinan dia bersabar. Allah Ta’ala berfirman,
  9. {إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ }
  10. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu” (QS al-Hujuraat: 13).
  11. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”[12].

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين



Berikut penjelasan Ustadz Hanan Attaki :




Sumber: https://muslim.or.id/6253-pilihan-allah-itulah-yang-terbaik.html

Produk yang Diulas :
Kurta Bafra Panjang Abu Khaleed Apparel
Nov 03, 2021
Obat Gundah Dan Gelisah


Dalam Kitab Ath Thibb An Nabawi karya Ibnu Qayyim Al Jauziah dan diringkas oleh oleh Abu Syuhaib Al Karimi, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika tertimpa kesulitan biasa berdoa:


"Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah yang Maha Agung dan Maha Lembut. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah, Rabb dari Arsy yang agung. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah, Rabb dari langit yang tujuh, Rabb dari bumi serta Rabb dari Arsy yang mulia." (HR Bukhari-Muslim).


Dalam sabda lainnya, Nabi Muhammad berkata, "Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) saat masih berada dalam perut ikan paus adalah:


لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ


"Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiin." Yang artinya, "Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (HR Tirmidzi)


Dalam penjelasannya, masih dalam hadits Nabi Muhammad tersebut, setiap orang yang berdoa dengan doa tersebut, pasti akan dikabulkan.


Kurta Bafra Panjang Mocca


Berikut ini 15 jenis obat hati yang gundah dan sedih, menurut Ibnu Qayyim:


Pertama, dengan tauhid Rububiyyah.


Kedua, dengan tauhid Uluhiyyah.


Ketiga, dengan tauhid ilmiy dan Itiqadiy (keyakinan tauhid secara ilmiah dan imani).


Keempat, dengan menyucikan Allah dari keyakinan bahwa Allah menzhalimi hamba-hambanya.


Kelima, dengan pengakuan dari seorang hamba bahwa dirinya telah berbuat zhalim.


Keenam, dengan tawassul kepada Allah dengan hal yang paling disukaiNya, yakni melalui asma dan sifatNya.


Ketujuh, dengan memohon pertolongan kepada Allah semata.


Kedelapan, dengan pengakuan seorang hamba kepada Allah melalui harapan kepadaNya.


Kesembilan, merealisasikan tawakal, penyerahan diri kepada Allah.


Kesepuluh, menenangkan jiwanya dalam taman Alquran.


Kesebelas, beristighfar.


Keduabelas, bertaubat.


Ketigabelas, berjihad.


keempatbelas, melaksanakan shalat.


Kelimabelas, berlepas diri dari segala daya dan kekuatan, dan hanya menyerahkan keduanya kepada Allah, yang di tanganNya segala bentuk daya dan kekuatan.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://www.republika.co.id/berita/qcn4tz430/cara-mengobati-hati-yang-gelisah

Produk yang Diulas :
Kurta Bafra Panjang Mocca Khaleed Apparel
Nov 01, 2021
Kita Semua Adalah Pemimpin


Belajar untuk menjadi pemimpin tidak melulu harus memimpin orang lain. Siapa yang setuju???

Terkadang, banyak orang yang sangat berharap ingin menjadi pemimpin besar. Ambisi ingin menjadi pemimpin itu yang terkadang menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang lain, asalkan dirinya jadi pemimpin. Betul apa betul?


Namun, banyak orang juga yang tak menyadari bahwa sebenarnya, kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri. Setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Tidak adanya kesadaran bahwa setiap orang adalah pemimpin seringkali menjadi penyebab orang tidak mau mengembangkan ilmu kepemimpinannya. Kepemimpinan selalu identikkan dengan menjadi pemimpin di suatu organisasi besar dengan jumlah orang yang banyak.


Kepemimpinan selalu dikaitkan dengan orang “besar”. Jargon-jargon seperti “saya ini rakyat kecil, mana bisa jadi pemimpin” sesungguhnya sangat mengerdilkan jiwa manusia. Bahkan, seorang tukang becak pun bisa disebut pemimpin bagi keluarganya di rumah.


Sahabat ESQ, memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk memimpin orang lain, mengapa? karena Anda bukanlah pemimpin yang baik kalau belum bisa memimpin diri sendiri. Betul apa betul? Sebelum Anda menjadi pemimpin untuk orang lain, belajarlah menjadi pemimpin untuk diri sendiri, yang bisa mengatur dan mengontrol diri dari semua hal yang datang.


Memimpin diri sendiri memang tidak mudah. Perlu proses yang panjang. Semua itu tentu saja bisa dilatih. Sebelum Sahabat ESQ menjadi pemimpin untuk banyak orang, pastikan dulu kalau Sahabat ESQ sudah sukses dan berhasil memimpin diri sendiri.


Kurta Bafra Panjang Putih

Bagaimana caranya agar bisa sukses memimpin diri sendiri? Tentu saja ini semua dimulai dengan tujuan hidup. Seorang pemimpin adalah ia yang mempunyai tujuan hidup yang jelas dan terarah. Apa yang akan Sahabat ESQ lakukan dan apa manfaatnya untuk diri sendiri. Jika pemimpin tidak punya tujuan, bagamana bisa mencapai titik kesuksesan?


Selain tujuan hidup, Anda juga harus fokus terhadap tujuan. Lakukan apa yang menjadi prioritas Anda dalam hidup. Jangan terpaku dengan kesuksesan orang lain. Kita punya langkah sendiri untuk mencapai kesuksesan. Apalagi setelah itu???


Seorang pemimpin harus punya sikap disiplin. Tanpa disiplin, tidak akan ada yang namanya pemimpin. Berikan komitmen Anda karena melakukan apa yang menjadi tujuan anda tidak mudah. Jangan pernah menyerah dan tetap berpegang teguh dengan komitmen yang sudah dibuat.


Yang terakhir, Sahabat ESQ harus percaya diri. Kita harus percaya diri bahwa kita mampu mencapai tujuan hidup dengan baik. Tapi ingat walaupun percaya diri, jangan hilangkan sikap rendah hati pada siapapun.


Setuju???

Semoga apa yang saya sampaikan pada postingan ini bisa meningkatkan semangat Sahabat ESQ dalam menjalani kehidupan dan meraih tujuan yang diinginkan.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUJMBER : https://esqtraining.com/kita-semua-adalah-pemimpin/


Produk yang Diulas :
Kurta Bafra Panjang Putih Khaleed Apparel
Nov 01, 2021
Mempunyai Sifat Iffah, Menjaga Kemuliaan Diri


Setiap orang pasti mempunyai kemampuan untuk menahan diri, hatta anak kecil sekalipun. Menahan diri dari keinginan-keinginan yang kalau sekiranya terus diikuti tak akan pernah ada puasnya. Itulah yang dinamakan 'iffah sebagaimana didefinisikan Ibnu Maskawaih di dalam kitabnya Tahdzibul Akhlak. Yaitu, suatu kemampuan yang dimiliki manusia untuk menahan dorongan hawa nafsunya. 'Iffah merupakan keutamaan yang dimiliki manusia ketika ia mampu mengendalikan syahwat dengan akal sehatnya.


Dari sifat 'iffah inilah lahir akhlak-akhlak mulia seperti sabar, qana'ah, adil, jujur, dermawan, santun, dan perilaku terpuji lainnya. Sifat 'iffah ini pulalah yang membuat manusia menjadi mulia. Sekiranya manusia sudah tidak lagi memiliki sifat ini, maka tidak ubahnya dia seperti binatang. Karena, ketika seseorang mampu memfungsikan 'iffah-nya, berarti akal sehatnya bekerja dengan baik.


Dan akal inilah yang membedakan manusia dengan binatang. Tetapi, ketika 'iffah sudah hilang dari dalam diri, berarti akal sehatnya sudah tertutup oleh nafsu syahwatnya, ia sudah tidak mampu lagi membedakan mana yang benar dan salah, mana baik dan buruk, yang halal dan haram.


Kurta Bafra Pendek Hitam

Allah SWT berfirman, ''Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian ('iffah diri)-nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.'' (QS 24: 33). Ketika manusia sudah mencapai kematangan alat reproduksinya, dan sudah saatnya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya (syahwatnya), maka dengan sifat 'iffah yang dimilikinya ia mampu untuk menahan diri dari berzina, sehingga pada saatnya kelak, Allah memberikannya kecukupan harta untuk menikah. Tetapi, sekiranya 'iffah itu hilang, maka perzinahan sudah pasti tak terelakkan lagi.


'Iffah pada diri manusia merupakan sifat potensial yang harus dididik sedemikian rupa sehingga bisa menjadi benteng dalam menjaga kemuliaan eksistensi dirinya. 'Iffah tidak bisa diraih hanya dengan mempelajari teori. 'Iffah hanya bisa diraih dengan pendidikan jiwa (tarbiyyatu al-nafs) dengan amal-amal saleh sejak kecil.


Maka, tidak aneh kalau Nabi Muhammad SAW, sebagai uswah hasanah kita dalam segala bidang kehidupan, memerintahkan kita untuk menyuruh anak melaksanakan shalat sejak umur tujuh tahun. Karena, memang, 'iffah yang ada pada diri manusia harus sudah dididik semenjak kecil, agar dari didikan tersebut lahir kebiasaan yang akhirnya tumbuh menjadi akhlak.


Untuk memperbaiki dekadensi moral, perlu dipulihkan kembali kekuatan 'iffah pada suatu masyarakat. Pendidikan hati (tarbiyyatu nafs) adalah jawabannya.


Rasulullah SAW bersabda, ''Ingatlah di dalam tubuh itu ada segumpal darah. Apabila ia baik, maka akan baiklah seluruh badannya, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh badannya. Ingatlah dia itu adalah hati.'' Wallahu a'lam bi shawwab.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://www.republika.co.id/berita/pu1zks458/hakikat-iffah

Produk yang Diulas :
Kurta Bafra Pendek Hitam Khaaleed Apparel
Nov 01, 2021
Empat Pertimbangan Memilih Pasangan


Kecocokan di antara pasangan menjadi penentu harmonisnya kehidupan rumah tangga. Maka dari itu sejak awal harus selektif memilih calon pasangan untuk dijadikan suami atau istri.


Ustadz Ahmad Zarkasih dalam bukunya "Menakar Kufi Dalam Memilih Jodoh" mengatakan, jauh-jauh hari Nabi SAW sudah memberikan informasi yang paripurna kepada kita umatnya terkait dengan bagaimana cara memlih jodoh dan faktor apa yang mestinya harus diperhatikan dalam menyeleksi calon pasangan.


Rasulullah SAW dalam haditsnya yang cukup masyhur:


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ


Telah menceritakan kepada kami Musaddad Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ubaidullah ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Abu Sa'id dari bapaknya dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung." (HR Bukhari)


"Inilah empat faktor yang mestinya menjadi patokan dalam memilih jodoh di antaranya harta, keturunan, kecantikan atau ketampanan, dan agama," kata Ustadz Ahmad.


Menurut Ustadz Ahmad, disadari atau tidak, ternyata memang empat faktor ini

yang bisa menunjang keberlangsungan bahtera rumah tangga seseorang agar tetap kuat dan kokoh dalam mengarungi kehidupan.


Kenapa harta menjadi pertimbangan pertama, karena memang disadari atau tidak, harta adalah hal yang juga penting dalam menunjang keberlangsungan keluarga, walaupun bukan faktor utama. Juga karena memang biasanya, faktordengan ekonomi kuat, anak-anak akan terlayani dengan fasilitas yang memadai, baik dari segi pengajaran, pendidikan serta mental.


"Dan sebaliknya, ekonomi yang buruk dalam keluarga, bukan hanya membuat pasutri menjadi kurang harmonis tapi juga anak-anak tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal yang membuatnya tumbuh tidak sebaik orang yang mampu," katanya.


Ustadz Ahmad menegaskan, bahwa keturunan adalah faktor kebangaan manusia. Semua orang ingin mendapatkan pasangan dari keluarga terhormat. Karena memang manusiawi sekali, orang ingin mnedapatkan kehormatan, orang ingin mendapatkan perhatian banyak mata, orang ingin mendapat kemuliaan.


"Dan salah satu faktor yang bisa meraih itu adalah faktor keluarga," katanya.

 

Siapa juga yang ingin mendapatkan mantu dari kalangan penjahat, penjilat, pembunuh, pencuri atau kriminil? Dan wanita mana yang rela hidup berdampingan dengan laki-laki culas, pemalas, pemabuk serta pengacau.


Kurta Bafra Pendek Maroon


Begitu juga sang suami, semua ingin mendapatkan keturunan yang baik, maka itu ia memilih wanita dari keturunan yang baik nasabnya. Selain karena memang itu adalah sebuah kebanggaan, faktor keturunan juga bisa menjadi faktor yang menentukan baik dan tidaknya

keturunan.


"Dengan mendapatkan istri atau suami dari nasab yang baik itu, diharapkan nantinya akan lahir keturunan yang baik pula," katanya.


Sebab mendapatkan keturunan yang baik itu memang bagian dari perintah agama, seperti yang Allah SWT firmankan di dalam Alquran An-Nisa ayat 9.


"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang

benar."


Memilih yang canti atau tampak, sangat manusiawi dan wajar sekali. Setiap orang ingin memiliki pasangan hidup yang indah dipandang, enak dilihat, menyenangkan jika berhadapan, memberikan ketenangan jika berdampingan.


Tidak ada wanita atau laki-laki yang ingin memliki pasangan hidup buruk rupa, tak sedap dipandang dan tak nyaman jika berduaan. Sebagaimana juga laki-laki

yang ingin dan sangat ingin memliki istri cantik memikat, wajahnya ayu, serta indah, dan senang jika berdampingan.

Karenanya, syariat memberikan ruang untuk itu. Tapi justru memberikan keleluasaan untuk kita memilih pasangan yang cantik wajahnya, tampan mukanya.


Imam Ibn Qudamah menyebut dalam kitabnya al-Kafi fi Fiqh al-Imam Ahmad:

"Dan memilih yang cantik rupanya; karena itu mebih menenangkan hati, enak dilihat, serta lebih langgang untuk dicintai."


Ustadz Ahmad Zarkasih mengatakan khusus untuk pertimbangan masalah agama Rasulullah memberikan penekanan yang lebih, sebab memilih wanita yang sisi keagamaannya sudah matang jauh lebih menguntungkan ketimbang istri yang kemampuan agamanya masih setengah-setengah.


Sebab dengan kondisi yang masih setengah-setengah itu, berarti suami masih harus bekerja ekstra keras untuk mendidiknya. Itupun kalau suami

punya kemampuan agama yang lebih.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://www.republika.co.id/berita/qfp9uz430/empat-pertimbangan-memilih-pasangan

Produk yang Diulas :
Kurta Bafra Pendek Maroon Khaaleed Apparel
Oct 29, 2021
Konsep Child Free Banyak Diikuti, Bagaimana Sikap Muslim?


Konsep Child free atau kondisi pasangan suami istri memilih untuk tidak punya anak, di negara-negara Barat menjadi isu yang tidak asing. Namun belakangan, isu ini cukup ramai menjadi perbincangan masyarakat Indonesia, terlebih saat banyak figur yang mengakui telah mengadopsi konsep tersebut.


Pengakuan dari figur-figur yang dikenal publik ini akhirnya menimbulkan berbagai tanggapan masyarakat. Platform media sosial banyak merekam diskusi publik terkait ini. Ada yang mendukung, ada pula yang tidak sependapat atas konsep ini. Lalu, seperti apa muslim harus bersikap? bagaimana pandangan Islam terkait ini?.


Pendidik dan pemerhati isu Muslimah, Ustazah Elizabeth Diana Dewi mengatakan, sangat penting untuk mengetahui latar sejarah suatu ide atau pemahaman sebelum mempraktikannya. Menurutnya, child free adalah konsep yang dicetuskan oleh para feminis yang menggaungkan politic of body atau politik tubuh. Sebuah konsep yang dibawa oleh para feminis radikal.


“Jadi patutkah dirujuk konsep dari orang-orang yang nggak mau sholat?, atau punya pasangan sejenis?. Masa iya konsep itu datang dari mereka, lalu mau kita adopsi. Konsep ini bagian dari politik tubuh, politic of body, the right of body, rahim kita adalah hak-ku. Jadi, jangan salah kaprah menyikapi konsep, karena tidak tahu sejarah konsep itu muncul,”terangnya.


Padahal menurutnya, Islam sebagai agama memiliki konsep sendiri dalam membangun keluarga. Konsep tesendiri yang tujuan utamanya adalah untuk beribadah kepada Allah SWT yang sama sekali berbanding terbalik dengan konsep child free yang berakar dari sekularisme,


Lulusan Pondok Modern Gontor ini juga menjelaskan, kemunculan isu child free ini tidak boleh diremehkan. Dia menyarankan beberapa hal sebagai solusi atas masalah ini.


Kurta Bafra Panjang Hitam


    Edukasi bahwa nikah adalah ibadah


Menurutnya, generasi saat ini harus lebih diberi pemahaman bahwa pernikahan adalah ibadah, bukan sekedar tindakan untuk menyenangkan diri sendiri. Menikah disebutnya juga upaya untuk mempersiapkan generasi yang mewarisi kesalehan dan keimanan kepada Allah SWT. Perlu juga diingatkan kembali tentang ayat tujuan penciptaan manusia yang jika dipahami betul, konsep child free ini bahkan tidak akan terbenak sedikitpun.



    Bimbingan orangtua dalam memilih pasangan


Ustazah Elizabeth menyebutkan, orang tua sebagai pendidik utama bagi seorang anak harus membimbing dalam hal memilih pasangan untuk anak. Calon pasangan yang terpenting adalah orang yang mengajak kepada tujuan terpenting pernikahan, yakni ibadah di setiap aktivitasnya.


“Saya pernah kedatangan orang yang mengaku akan menikah dengan orang asing yang dikenal dari media sosial. Tanpa tahu sholatnya bagaimana, tanpa tahu asal usul keluarganya. Dari sini lah konsep child free ini berawal,”katanya.


   Peran pendidik


Mudahnya akses informasi saat ini membuat mudah juga ide atau pemahaman asing diketahui anak. Untuk itu, peran guru di sekolah-sekolah juga sangat penting untuk membimbing anak kepada pemahaman yang benar bagi seorang Muslim.


“Guru tanggung jawabnya menyiapkan generasi sekarang. Bisa lolosnya konsep seperti ini berarti kan ada yang memperkenalkan. Berarti juga tidak ada yang menjaganya (anak),”tuturnya.


   Dorongan pemerintah


Orang-orang yang mempraktikkan child free, saat ini disebutnya memang lebih banyak dari kalangan orang dengan ekonomi yang cukup. Tapi pemerintah juga dikatakannya perlu melakukan berbagai dorongan atau stimulus agar alasan-alasan child free seperti tingkat ekonomi yang lemah bisa dihindari.


“Perlu ada kebijakan-kebijakan yang mendukung masyarakat agar merasa aman untuk berkeluarga, membangun generasi, punya anak,”katanya.


“Saya pernah di Australia, di sana ketika lahir anak mendapatkan haknya, dijamin sekolahnya. Kemudian dari sisi kebutuhan dasarnya dijamin hak makannya. Kalau yang cacat malah diberi rumah,” tambahnya.


   Kampanye nilai


Seiring dengan banyaknya orang yang mengangkat isu child free ini, kata dia, harus diiringi dengan pemberian informasi tentang konsep Islam. Menurutnya, kampanye-kampanye dengan pendekatan kekinian sangat penting agar informasi atau konsep Islam tidak menjadi asing bagi Muslim sendiri. 


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://www.republika.co.id/berita/qyh0ru430/konsep-child-free-banyak-diikuti-bagaimana-sikap-muslim

Produk yang Diulas :
Kurta Bafra Panjang Hitam Khaleed Apparel
Oct 29, 2021
Larangan Berduaan Dengan Yang Bukan Mahram


Sebagian orang beralasan perlunya saling mengenal lebih jauh sebelum menikah untuk melegalkan pacaran. Padahal, berduaan saja dengan lawan jenis sudah terlarang.

Berduaan dengan lawan jenis dalam Islam diistilahkan dengan khalwat. Seperti dikutip dari rumahfiqih.com kata "khalwat" berasal dari kata "khalaa", "yakhluu", "khalwatan". Maknanya menyepi, menyendiri, mengasingkan diri bersama dengan seseorang tanpa kersertaan orang lain. 


Secara istilah, khalwat sering digunakan untuk hubungan antara dua orang di mana mereka menyepi dari pengetahuan atau campur tangan pihak lain, kecuali hanya mereka berdua.


Orang yang berdoa pada malam hari menitikkan air mata sambil mengadu kepada Allah di saat orang-orang sedang asyik tidur, juga disebut berkhalwat. Yaitu merasakan kebersamaan dengan Allah subhanahu wata'ala tanpa kesertaan orang lain. Seolah di dunia ini hanya ada dirinya saja dengan Allah subhanahu wata'ala.

Dalam hubungan pergaulan antara laki-laki dan perempuan, ketika mereka asyik dengan urusan mereka berdua saja, atau berbicara hanya empat mata berdua, tanpa menghendaki ada keikutsertaan orang lain disebut berkhalwat.


Kurta Bafra Panjang Abu


Berkhalwatnya laki-laki dan wanita yang bukan mahram adalah hal yang diharamkan di dalam syariat Islam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda untuk memastikan keharamannya


"Jangan sekali-kali seorang lak-laki menyendiri (khalwat) dengan wanita kecuali ada mahramnya. Dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya." (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Ibnu Majah, Tabrani, Baihaqi, dan lain-lain).


Dalam hadis lain, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan." (HR. Ahmad)

Secara tegas Islam mengharamkan terjadinya khalwat, yaitu menyepinya dua orang yang berlainan jenis dan bukan mahram dari penglihatan, pendengaran dan kesertaan orang lain. 


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://rakyatku.com/read/139686/kerasnya-larangan-berduaan-dengan-lawan-jenis-yang-bukan-mahram

Produk yang Diulas :
Kurta Bafra Panjang Abu Khaleed Apparel
Oct 29, 2021
Nasihat untuk Suami: Jangan Abaikan Hak Nafkah Istri Anda


Dalam perjanjian nikah yang diucapkan suami kepada istri adalah memberi nafkah lahir-batin. Jika suami tidak memenuhi itu maka ada ketentuan dan konsekuensi yang harus ditanggung, salah satunya dosa.


Kewajiban suami mencari nafkah adalah sebagai bentuk tanggung jawab dan kasih sayang kepada istri. Tanggung jawab menafkahi tidak hanya soal memberi makan, tetapi juga memberi pakaian yang indah, dan mensejahterakan hati istri.


“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” [Al Baqarah 2:233]

Jika seorang suami tidak menafkahi istri dan anak, padahal ia mampu maka diperbolehkan bagi istri mengambil haknya secukupnya. Hal itu telah dianjurkan Rasulullah SAW sebagaimana sabda beliau.


Kurta Bafra Pendek Putih


Dari ‘Aisyah bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu”. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut”. [HR Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714].


Namun, apabila suami tidak memenuhi kewajibannya maka Allah SWT yang akan memberikan ganjaran dan ia pun menanggung dosa.

Rasulullah saw bersabda: "Cukuplah dosa bagi seseorang dengan ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya."


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://topmedia.co.id/perlu-diketahui-suami-tak-menafkahi-istri-dosa-besar/


Produk yang Diulas :
Kurta Bafra Pendek Putih Khaaleed Apparel
Oct 28, 2021
Mensyukuri Nikmat Sehat Yang Allah Berikan


Hidup sehat adalah harapan setiap orang. Apalagi, dalam situasi saat ini yang masih diliputi wabah korona yang belum reda. Apa pun akan dilakukan agar dirinya tidak sakit. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, atau meminum vitamin.

Nabi sendiri bersabda, “Mohonlah kepada Allah kesehatan. Sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan.” (HR Ibnu Majah).

Dalam kondisi sehat, seseorang bisa beraktivitas dengan optimal. Pikirannya juga akan bekerja dengan baik dan penuh konsentrasi. Bandingkan dengan orang yang sakit.


Misalnya, seseorang terserang penyakit demam. Tidak hanya pergerakan fisik yang terganggu, tetapi juga pikiran menjadi tidak optimal berkonsentrasi. Apalagi, jika demamnya tinggi yang membuatnya harus rehat di ranjang. Atau, seseorang mengalami sakit yang parah sehingga harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

Dalam hadis lain disebutkan bahwa setiap kali ada orang yang masuk Islam, Nabi selalu mengajarkan doa kepadanya yang, antara lain, berisi permohonan akan kesehatan. Thariq bin Asyyam menceritakan, “Seseorang apabila masuk Islam, maka Nabi mengajarkan shalat padanya, kemudian orang itu diperintahkan supaya berdoa dengan kalimat-kalimat ini, ‘Ya Allah, berikanlah kepadaku ampunan, rahmat, petunjuk, kesehatan dan rezeki.'” (HR Muslim).


Dalam riwayat lain, Thariq pernah mendengar Nabi yang ketika didatangi oleh seorang lelaki, lalu ia bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimanakah yang harus aku ucapkan di waktu aku akan memohonkan sesuatu pada Tuhanku?” Beliau menjawab, “Ucapkan doa, ‘Ya Allah, berikanlah pengampunan padaku, kerahmatan, kesehatan dan rezeki’, sebab doa ini dapat menghimpun segala kepentinganmu dalam urusan dunia dan akhiratmu.” (HR Muslim)


Setelan Anak Muslim Ankara Mocca


Nabi pun berdoa memohon kesehatan untuk diri beliau sendiri selain permohonan lainnya. Ibnu Umar mengatakan, “Sebagian dari doa Rasulullah ialah, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan pada-Mu dari lenyapnya kenikmatan-Mu, dari bergantinya kesehatan dari-Mu, dari tibanya siksa-Mu yang datang mendadak, dan dari segala macam kemurkaan-Mu.'” (HR Muslim). 


Namun, manusia perlu ingat bahwa kesehatan perlu disyukuri dengan memanfaatkannya untuk kebaikan. Sering kali manusia lalai saat sehat, seperti diingatkan Nabi, “Ada dua kenikmatan yang membuat banyak orang teperdaya, yakni nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR al-Bukhari).

Jangan sampai kesehatan justru dimanfaatkan untuk melakukan sesuatu yang sia-sia dan tak ada manfaatnya, karena itu berarti tidak mensyukuri nikmat. Dalam hadis lain ditegaskan bahwa anugerah kesehatan ini akan menjadi pertanyaan pertama yang dilontarkan di akhirat.

Nabi bersabda, “Sesungguhnya kenikmatan dari Allah yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba kelak pada hari kiamat ialah, ‘Bukankah telah Kami berikan kesehatan pada tubuhmu dan Kami berikan air minum yang sejuk?’” (HR at-Tirmidzi).


Jangan sampai jawaban kita nanti justru membawa kita pada penyesalan karena tak mensyukuri nikmat sehat. Wallahu a’lam.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://www.republika.id/posts/14480/mensyukuri-nikmat-sehat

Produk yang Diulas :
Gamis Setelan Anak Muslim Ankara Mocca Khaleed Apparel
Oct 28, 2021
Setiap Kita Akan Dimintai Pertanggung Jawaban


Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha segala-galanya. Allah yang telah menciptakan manusia dan makhluk-makhluk lainnya. Dan Allah pulalah yang telah memberikan apa-apa yang ada pada makhluk-Nya, termasuk kita, bangsa manusia.


Apa tujuan kita diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala? Tidak lain adalah untuk menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala, beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengakui bahwa kita ini adalah seorang hamba yang wajib tunduk kepada penciptanya. Kita terlahir ke dunia, tidak lain untuk beribadah kepada Allah. Dunia ini sebagai ladang untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk mengarungi sebuah kehidupan yang abadi nanti di akhirat.


{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} [الذاريات : ٥٦]

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56)


Lalu, ibadah seperti apakah yang harus dilakukan sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala? Apakah hanya sekedar melaksanakan yang wajib-wajib saja seperti sholat, zakat, puasa, haji?

Tentu saja tidak…


Allah Ta’ala memberikan kepada kita udara untuk bernafas, anggota tubuh untuk bergerak, akal untuk berpikir, ini semua kenikmatan yang harus disyukuri, dengan cara menggunakannya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala semata, dan beraktifitas keduniawiaan yang bermanfaat dan juga bernilai ibadah. Jadikan hidup ini seluruhnya bernilai ibadah, Hayatuna kulluha ibadatun. Sebab semuanya dari Allah, kepada-Nya lah nanti akan kembali, dan juga akan dimintai pertanggungjawaban.


Setelan Anak Muslim Ankara Abu


Nafas kita, lisan kita, mata, kaki, tangan, tingkah laku, semuanya akan dimintai pertanggung jawaban. Allah tidak membiarkannya begitu saja untuk kita. Apa yang ada pada diri ini selama ini adalah sesungguhnya amanah dari-Nya, dan setiap amanah pasti akan diminta kembali sekaligus dimintai pertanggungjawabannya.


“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36)


Hendaknya kita berhati-hati dalam berucap dan berbuat, karena semua pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Ta’ala di akhirat.

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra’: 36)


Dan balasan yang disediakan oleh Allah Ta’ala di akhirat kelak sesuai dengan amalnya di dunia. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,

“Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (QS. Ar-Ra’du:18)


Jadi, mari kita bersama-sama kembali untuk berhati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku. Ucapan yang terucap lewat lisan maupun yang tertuang lewat tulisan, harus benar-benar barhati-hati. Agar apa yang kita sampaikan bernilai manfaat, terlebih bernilai ibadah. Jangan sampai malah justru sebaliknya, banyak kesia-siaan atau bahkan sampai menyakiti orang lain. Naudzubillah….!!


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : http://www.harapanumat.sch.id/artikel/setiap-kita-akan-dimintai-pertanggungjawaban/

Produk yang Diulas :
Gamis Setelan Anak Muslim Ankara Abu Khaleed Apparel
Oct 28, 2021
Perbedaan Dosa Besar & Dosa Kecil


Ulama besar Abu al-Abbas Ahmad bin Hajar al-Haitami menulis kitab yang menegaskan adanya kategorisasi dosa besar dan kecil. Pendapatnya itu menyanggah pendapat sejumlah ulama, di antaranya Abu Ishaq al-Isfarayini, Abu Bakar al-Baqilani, Imam al-Haramain, dan Ibnu al-Qusyairi.


Para ulama itu menyatakan bahwa semua dosa sama besarnya. Tidak ada kata kecil dalam dosa, semuanya adalah dosa besar. Jika misalnya dikatakan ada dosa kecil, sejatinya pengertian kecil yang dimaksud ialah apabila dibandingkan dengan dosa yang lebih besar dari itu. 


Pendapat yang sama berlaku pula dalam ideologi Muktazilah. Di antara dasar yang dijadikan sebagai pijakan pendapat kelompok ini adalah ayat berikut: Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu.” (an Nisaa’ [4] : 31)


Dalam pandangan al-Haitami sebagaimana yang disepakati oleh mayoritas ulama, tidak semua dosa itu dianggap sebagai dosa besar, tetapi adakalanya dosa-dosa itu tidak sampai pada batas dosa besar. Artinya, ada sejumlah dosa yang dikategorikan sebagai dosa kecil.


Sekalipun harus diakui, kata dia, sepatutnya sebagai bentuk ketakwaan terhadap Sang Khalik tidak terdapat rasa mengecilkan sebuah dosa. Tetapi, ia menyatakan bawah pembedaan dosa itu ada dalam syariat, bahkan dikuatkan dengan berbagai dalil Alquran dan hadis.


Di beberapa ayat, Allah membedakan antara kefasikan dan kemaksiatan, misalnya. Pun demikian, Rasulullah secara jelas pernah mengemukakan tujuh atau sembilan perbuatan yang termasuk dosa besar.


Lantas, apa batasan yang membedakan antara dosa besar dan kecil? Menurut al-Haitami, para ulama yang mendukung adanya pembedaan itu berselisih pandang. Kelompok pertama memandang kriteria dosa besar adalah pelanggaran yang mengkibatkan para pelakunya mendapat ancaman pedih, baik yang tertera dalam Alquran maupun sunah.


Setelan Anak Muslim Ankara Navy


Bagi kubu kedua, di antaranya terdapat nama Imam al-Baghawi, kriteria dosa besar adalah pelanggaran yang memicu diberlakukannya hukum had. Tetapi, pada dasarnya tak ada pertentangan dari kedua pendapat itu. Yang jelas, menurut al-Mawardi, kriteria tersebut mungkin disatukan dan saling melengkapi satu sama lain; dosa besar tidak hanya menyebabkan ancaman dan siksa pedih di neraka, tetapi menyebabkan pula pemberlakukan sanksi had.


Pada bagian selanjutnya, al-Haitami memaparkan dosa-dosa besar yang berhubungan dengan batin seseorang. Dosa-dosa itu tak kasat mata, tetapi dari kadar dan tingkatan dosanya sangat membahayakan. Bahkan, beberapa di antaranya ditegaskan oleh Allah akan sulit terampuni.


Al-Haitami mencatat terdapat kurang lebih 66 jenis dosa besar yang patut dihindari. Dosa besar yang menduduki peringkat pertama dari ke-66 jenis itu adalah menyekutukan Allah. Menyusul kemudian perbuatan riya, marah yang dipicu kebatilan, kedengkian, dan kebencian, termasuk kategori dosa besar juga adalah sombong dan membangga-banggakan diri. Lalu, sikap menipu, munafik, aksi makar, ketamakan, dan rasa takut akan kefakiran.


Pada bab kedua, al-Haitami menguraikan tentang dosa-dosa besar yang tampak dan bisa dilihat kasat mata. Berbagai dosa besar itu berhubungan langsung dengan hukum-hukum fikih, baik yang menyangkut ibadah ataupun muamalah. Di antaranya ada yang menyangkut masalah thaharah (bersuci), shalat yang meliputi syarat-syarat shalat, shalat Jumat, dan shalat berjamaah.   


Lalu, ada juga dosa besar yang terdapat pada tata cara bepergian, pakaian, pengurusan jenazah, zakat, puasa, dan haji. Total keseluruhan jenis dosa besar yang disampaikan oleh al-Haitami dalam kategori ini, yaitu sebanyak 174 jenis. Sebagai contoh, soal thaharah, al-Haitami menyebutkan dosa besar akibat penggunaanbejana berbahan dasar emas ataupun perak yang digunakan untuk makan ataupun minum.


Membuang hajat besar sembarangan di jalan juga dikategorikan ke dalam dosa besar, termasuk pula dosa besar jika meninggalkan salah satu rukun dan syarat yang menentukan sah tidaknya wudhu ataupun mandi junub seseorang. Di bagian terakhir uraian kitabnya, al-Haitami menyertakan beberapa ayat Alquran dan hadis yang secara spesifik mengabarkan karakter surga dan neraka.


Kedua hal itu diperuntukkan sebagai balasan atas segala amal yang telah dikerjakannya semasa hidup. Poin inilah yang hendak dibidik al-Haitami dari seluruh uraian dalam karyanya itu. Hindari segala dosa dan sambutlah rahmat Allah,” tulisnya di penghujung Az-Zawajir.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :





SUMBER : https://www.republika.co.id/berita/nxwz5x313/apa-batasan-pembeda-dosa-besar-dan-kecil

Produk yang Diulas :
Gamis Setelan Anak Muslim Ankara Navy Khaleed Apparel
Oct 27, 2021
Berhenti Makan Sebelum Kenyang, Ini Penjelasannya?


Secara medis, makan tidak hanya memberi energi bagi tubuh, setiap asupan makanan yang masuk ke dalam perut akan memengaruhi suasana hati. Logikanya, jika seseorang makan dengan takaran yang tidak tepat atau berlebihan maka perut terasa sesak dan sakit sehingga malas beraktivitas.


Dalam hadits disebutkan, “Tidaklah sekali-sekali manusia memenuhi sebuah wadah pun yang lebih berbahaya dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika ia harus mengisinya, maka sepertiga (bagian lambung) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk napasnya (udara).” (HR. Tirmidzi)


Dikutip dari buku yang berjudul ’99 Resep Hidup Rasulullah’ karya Abdillah F. Hasan bahwa pada masa Rasulullah SAW ada seorang tabib yang dikirim dari Mesir ke Madinah. Beberapa bulan kemudian, tabib ini pulang lagi ke Mesir. Kepulangannya ini bukan karena tidak betah, tapi karena selama bertugas di sana, tak ada satu pun orang sakit yang datang untuk berobat kepadanya.


Sebelum pulang, tabib ini berpamitan kepada Rasulullah SAW dan bertanya apa rahasia umat beliau yang selalu terlihat sehat dan tak pernah sakit. Beliau menjawab, “Kami adalah umat yang tidak makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.”


Hal ini juga dikuatkan oleh pendapat Aisyah ra istri beliau, “Dahulu Rasulullah SAW tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan (mencapai) dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti.”


Apa yang telah disampaikan Rasulullah tersebut sebenarnya telah menjadi bukti sejarah bahwa sejak 14 abad yang lalu, beliau telah memberi resep hidup sehat secara mudah, yaitu tidak makan berlebihan.


Imam al-Suyuthi dalam bukunya yang berjudul al-Rahmah fi al-Thibb wa al-Hikmah, ada empat orang dokter ahli berkumpul di istana Raja Persia. Empat dokter ini masing-masing dari Irak, Romawi, India, dan Sudan. Di antara keempat dokter ini yang paling cerdas adalah dokter dari Sudan. 


Gamis Setelan Anak Akhisar Navy


Kepada keempat dokter ini, raja meminta resep atau obat-obatan yang paling manjur dan tidak membawa efek samping. Dokter dari Irak mengatakan, obat yang tidak membawa efek samping adalah minum air hangat tiga teguk setiap pagi, ketika bangun tidur.


Dokter dari Romawi mengatakan, obat yang tidak membawa efek samping adalah menelan biji rasyad (sejenis sayuran) setiap hari. Sedangkan dokter dari India mengatakan, obat yang tidak membawa akibat sampingan adalah memakan tiga biji ihlilaj yang hitam tiap hari. Ihliljaj adalah sejenis gandum yang tumbuh di India, Afghanistan, dan China.


Ketika tiba giliran dokter dari Sudan berbicara, dia diam saja. Kemudian raja bertanya, “Mengapa kamu diam saja?”


“Wahai Tuanku, air hangat itu dapat menghilangkan lemak ginjal dan menurunkan lambung. Biji rasyad dapat membuat kering jaringan tubuh. Dan ihlilaj juga dapat membuat kering jaringan tubuh yang lain.”


“Kalau begitu menurutmu, obat apa yang tidak mengandung efek samping?”


Dokter dari Sudan itu menjawab, “Wahai Tuanku, obat yang tidak mengandung efek samping adalah Anda tidak makan kecuali saat lapar. Dan apabila Anda makan, angkatlah tangan Anda sebelum Anda merasa kenyang. Apabila hal itu Anda lakukan, maka Anda tidak akan terkena penyakit kecuali penyakit mati.”


Penelitian modern juga menunjukkan bahwa makan secara cukup (tidak berlebihan) juga berdampak bagi umur seseorang. Penemuan Kalluri Suba Rao, ahli biologi melekuler membuktikan, makan sedikit memungkinkan tubuh untuk lebih berkonsentrasi memperbaiki dirinya sendiri, sehingga kegiatan perbaikan DNA , membuang zat-zat toksin keluar tubuh, dan regenerasi sel-sel rusak dengan sel sehat dapat berlangsung lebih optimal.


Sedangkan bila kita makan banyak melebihi batasan, maka tubuh akan lebih sibuk dengan kegiatan metabolisme (menguraikan makanan-makanan itu dalam tubuh) dan tidak sempat memperbaiki dirinya sendiri. Inilah salah satu pengundang berbagai penyakit yang dapat memperpendek umur manusia.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://www.republika.co.id/berita/p1rvoe396/berhenti-makan-sebelum-kenyang-ini-penjelasannya

Produk yang Diulas :
Gamis Setelan Dewasa Akhisar Navy Khaleed Apparel
Oct 27, 2021
5 Amalan Ketika Hujan Turun


Indonesia memiliki musim penghujan yang biasanya terjadi mulai September atau Oktober hingga Februari. Banyak orang mengaitkan turunnya hujan sebagai salah satu anugerah dan rahmat yang diturunkan oleh Allah SWT ke dunia untuk umatnya di Bumi. Oleh karenanya manusia diharapkan bisa menunaikan amalan ketika hujan.

Dikutip dari buku berjudul Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa oleh Nurhasanah Namin, berikut sejumlah amalan saat hujan yang bisa Anda lakukan untuk memperoleh ridho dan kebaikan dari Allah SWT.


1. Merasa takut akan datangnya azab dan kemurkaan Allah SWT.


2. Bersyukur


Bersyukur dan memanjatkan doa seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, Nabi Muhamad SAW saat melihat hujan turun.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan 'Allahumma shoyyiban nafi'an"

Artinya: Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.


Selain itu, Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan sebagaimana diriwayatkan oleh Nabi SAW, "Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan, yakni pada saat bertemunya dua pasukan, menjelang shalat dilaksanakan, dan saat hujan turun."


3. Mengambil Berkah Hujan


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil berkah saat turunnya hujan. Hal ini dilakukan dengan menyikap baju hingga dibasahi air hujan.

Anas bin Malik RA berkata, "Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah saw. Lalu Rasulullah menyingkap bajunya sampai tersiram hujan. Kemudian kami mengatakan, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?"

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan."

Arti dari hadist tersebut menurut an-Nawawi ialah hujan adalah rahmat yang diciptakan oleh Allah SWT maka Nabi mengambil berkah dari hujan tersebbut.


Gamis Setelan Anak Akhisar Abu


4. Berwudhu dengan Air Hujan


Air hujan termasuk suci, sehingga dapat dipakai untuk berwudhu dan membersihkan najis. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam al-Baihaqi, Rasulullah SAW berkata:

"Ukhrujuu bina hadza-ladzi ja’alahullahu thuhuran fanatathaharu wa nahmadullaha alaihi."

Artinya: Keluarlah kalian (para sahabat) bersama kami menuju air ini (air hujan) yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci. Kemudian kami bersuci dengan air ini dan memuji Allah atas nikmat yang diberi.

Tentu saja jika ingin berwudhu dengan air hujan harus mengikuti tata cara wudhu yang benar. Simak tata cara berwudhu yang benar bagi umat muslim di sini

Ada pula ulama yang mengatakan bahwa berwudhu dengan air hujan sebaiknya memakai air yang langsung jatuh dari langit. Air hujan yang jatuh dan sempat tertampung di atas atap rumah ada kemungkinan kotor dan tidak bersih.


5. Tidak Boleh Mencela Hujan


Mencela hujan adalah salah satu tindakan yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Berdasarkan Quran Surat Qaaf (50:18) "Tidak suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."


Selain itu, hadist Rasulullah mengatakan,"Jangan lah kamu mencaci maki angin." Artinya janganlah kamu mencaci maki makhluk yang tidak bisa berbuat apa-apa termasuk hujan.

Itulah lima amalan ketika hujan yang baik untuk dilakukan umat Muslim. Silahkan diamalkan.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://www.suara.com/news/2020/10/22/173311/5-amalan-ketika-hujan?page=all

Produk yang Diulas :
Gamis Setelan Anak Muslim Akhisar Abu Khaleed Apparel
Oct 27, 2021
Menghindari Mubadzir



"Sesungguhnya (pelaku) mubazir itu menjadi kawan syaitan" (QS 17: 27) Mubazir adalah perilaku boros, terbuang-buang, berlebihan, kesia-siaan dan semuanya itu bermakna ketidakbergunaan.


Tentu saja, konsep mubazir ini bertentangan dengan maksud penciptaan segala sesuatu oleh Sang Maha Pencipta. Allah SWT telah menciptakan segalanya tanpa sedikit pun ada muatan kesia-siaan ataupun ketercelaan (QS 67: 3). Oleh karena itu, meniadakan perilaku mubazir dengan membuat kebergunaan atau kemanfaatan segala sesuatu merupakan langkah yang benar dan bernilai positif, menciptakan kerahmatannya.


Pernah suatu ketika seorang kiai memerintahkan santri-santrinya untuk meng-'Islam'-kan batu kali. Caranya, dengan mengangkuti batu-batu dari sungai ke pondok pesantren mereka untuk keperluan memperbaiki bangunan masjid. Kiai tadi lantas menegaskan bahwa Allah Ta'ala telah menciptakan batu serta seisi alam semesta ini untuk kepentingan manusia dalam mengabdikan diri kepada-Nya. Jika kita manfaatkan batu berserakan di sungai itu untuk kepentingan kita membangun sarana ibadah, maka berarti kita telah menaikkan derajat kemanfaatan batu itu. Dengan kata lain, kita telah meng-'Islam'-kannya.


Contoh ini boleh jadi terlalu mudah dipahami karena berkaitan langsung dengan masjid, fasilitas ibadah khusus (mahdah).


Gamis Setelan Anak Akhisar Abu


Namun, sebenarnya keseluruhan hajat hidup manusia bisa dicakup oleh filosofi peningkatan derajat kemanfaatan segala hal, asalkan arahnya untuk pengabdian manusia kepada Allah. Taruhlah, batu-batu mubazir tadi dipakai untuk memperbaiki jalan atau fasilitas umum, bahkan untuk kepentingan pribadi dengan cara dijual sebagai mata pencaharian. Semuanya bisa dibenarkan asal tidak melanggar kepentingan umum di lingkungan.


Islam menutup rapat-rapat pintu yang mengarah kepada mubazirnya segala sesuatu dengan cara membukakan pintu-pintu kemanfaatannya. Kemanfaatan sesuatu tentu berhubungan dengan peran dan fungsinya bagi pihak yang lain. Semakin berperan dan berfungsinya sesuatu berarti semakin bisa membawa nilai kerahmatan dan ujung-ujungnya adalah nilai keislamannya. Sebaliknya, yang kurang bermanfaat akan kurang berperan, kurang membawa rahmat, dan tentu kurang nilai keislamannya.


Sampailah kemudian pada kita, diri kita, jabatan kita, pemilikan kita, kekuasaan kita. Sudahkah semuanya itu kita lihat dengan kacamata manfaat-mubazirnya? Usaha kita, anak buah kita, kekayaan kita, potensi kita, lingkungan kita, dan keberadaan kita, benar-benarkah membawa nilai kerahmatan bagi yang lain? Bukankah penguasaan kita itu kelak dimintai tanggung jawab seberapa ikhtiar kita untuk mengislamkannya? Wallahu a'lam bis shawab.


Berikut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah :




SUMBER : https://www.republika.co.id/berita/ps0nv3458/menghindari-mubazir

Produk yang Diulas :
Gamis Setelan Anak Muslim Akhisar Abu Khaleed Apparel